Karya #3
Cerpen #2
Liburan (Holiday)
Saya hari ini senang sekali karena teman teman kelas saya membuat rencana untuk liburan ke suatu tempat yaitu pantai sundak. Pada tanggal 26 Juni 2013 sebenarnya saya tidak berniat untuk masuk sekolah karena disekolah pasti tidak ada aktivitas, soalnya UKK (Ulangan Kenaikan Kelas) telah saya laksanakan dan remidi juga semua sudah tuntas. Tetapi karena teman saya yang bernama Afrida memaksa saya untuk masuk sekolah guna membantu dia membawa karya seni biologi kelompok kami yang baru selesai kemarin. Dan saya berharap tetapi bukan hanya saya, anggota kelompok saya juga berharap agar hasil kerja kelompok saya dipajang di lab biologi sekolah.
Sesampainya di Sekolah saya tidak ada aktivitas yang jelas. Tetapi ada teman dari kelas sebelah membawa anget untuk diisi, lalu saya dan teman teman diminta untuk mengisi angket tersebut, ya daripada gak ada kerjaan. Saat akan mengisi angket tersebut, saya dan teman teman yang mengisi angket diberi bolpen dan asal kalian tahu aku dapet warna PINK.Setelah mengisi angket, saya dan Afrida menuju keruang guru untuk memberikan karya kelompok kami, tetapi gurunya tidak ada, (bukan mati ya) , tetapi beliau sudah pulang dan kami sepakat untuk mengumpulkan nya dengan surprise, dengan cara meletakkan nya dimeja beliau. Sesudah meletakkan pekerjaan kami, aku dan Afrida berniat untuk pulang kerumah, tetapi mbak Nana selaku panitia Lustrum mengundang Afrida untuk ikut rapat Lustrum, apa boleh buat akupun terpaksa menemaninya.
Satu jam telah berlalu rapat lustrum akhirnya telah selesai, aku berniat untuk pulang. tetapi Afrida tidak setuju. Aku harus ikut dengannya karena aku membonceng dia. Kami pun menuju ke pedagang lotes dan rujak eskrim di pinggir jalan dan Afrida menyuruh aku patungan untuk membeli dua lotes, sama saja aku membeli satu rujak kan? lalu saya dan Afrida menikmati lotes tersebut di rumah Afrida. Setelah makan lotes kami pun mengantuk (kebiasaan kalo habis makan) dan Afrida berkata "Win, kalo tidur pasti enak," tak lama kemudian Afrida pun tertidur, aku juga ikut tidur. Setelah bangun Afrida membuatkan makanan untuk saya, dan saya diminta untuk makan. Setelah makan bersama saya berniat untuk pulang dan akhirnya saya diantar pulang olehnya.
Setelah pulang saya istirahat sejenak, lalu aku menjenguk saudara saya yang baru sunat pagi ini. Tak lama kemudian teman saya menelpon saya dia adalah Praba, dia mengajak untuk main bersama dengan teman teman SMP yang sudah akrab dari dulu yaitu Saya, Praba, Fitra, dan Roby. Tempat bermain nya adalah di rumah Fitra, maksud saya simbahnya Fitra.Si Fitra meminta aku diajarkan membuat blog yang bagus. Padahal blog saya masih polos begini. Akhirnya kita mencari solusinya di google setelah cari cari di google. Nah dapat deh, tetapi tidak tau untuk melaksanakannya, susah sekali. Kita menghabiskan waktu sekitar 2 jam dengan sedikit hiburan tingkah koplak si Praba dan perkataan lucu si Roby. Sudah beberapa jam dan si Praba pun mulai lapar dan dia mengajak untuk makan malam dan yang paling penting makan nya di traktir sama si Praba. Setelah di traktir makan kita semua pulang kerumah masing masing karena waktu sudah malam. Sesampainya dirumah saya tertidur pulas.
Kring-kring. Alaram hp saya berbunyi tetapi saya tidak juga bangun mungkin karena kecapean. Akhirnya si Afrida menelpon saya berkali kali kali guna membangunkan ku dari tidur yang nyeyak itu. Jika tidak di misscall berkali kali oleh Afrida, mungkin aku tidak berangkat liburan hari ini. Setelah bangun saya mandi dan bersiap siap untuk menuju kerumah teman saya Merah sebelum ngumpul kerumah Afrida. Setelah kerumah Merah aku dan merah menuju ke penjual bubur pinggir jalan untuk sarapan karena Merah belum sarapan. Sesudah sarapan kami menuju ke rumah Afrida. Sesampainya di rumah Afrida ternyata semua sudah datang kecuali Fetrik dan Galih. Beberapa kemudian Fetrik datang dan disusul oleh Galih. Setelah sudah pada ngumpul, kami berpamitan dengan bapak dan ibu Afrida dan kami berdo'a agar sampai tujuan. Kami semua menuju ke Pom bensin sebelumnya untuk mengisi bensin. Setelah mengisi bensin kami semua melanjutkan perjalanan. Dua jam lebih waktu sudah berlalu, kami pun sampai di pantai pok tunggal. Disana ternyata tidak kalah dengan pantai Sundak
Saya dan teman teman menikmati pemandangan pantai, dengan angin sejuk. Saya sempat iri dengan dua orang yang seumuran dengan saya sedang asik berduaan di pantai. Seperti sinetron saja. Mereka berdua saling kejar mengejar. Sepertinya asik, kapan ya bisa seperti itu. Kami bertiga yaitu saya, Galih, dan Faisal menulusuri pantai tersebut dengan sedikit rintangan dari ombak yang kadang besar. Setelah kami menikmati pantai tersebut, kami semua menuju ke pantai lain, yaitu pantai Sundak, ya walaupun saya agak tidak senang dengan parkir tersebut, karena mahal aku pikir. Sesampainya di Sundak, aku ngebet banget mandi disana, karena waktu kemarin kepantai ini, aku tidak mandi. Tak lama kemudian kami semua berganti pakaian untuk mandi di pantai tersebut. Kami semua menikmati air tersebut walaupun agak pedih di mata. Selain mandi kami juga mengambil gambar disana. Beberapa jam kemudian kami mengahiri mandi di pantai tersebut. Walaupun aku dan Faisal masih ingin lebih lama disana. Apaboleh buat kami langsung membersihkan badan di kamar mandi. Setelah sudah pada siap kita mendapat masalah dengan hilangnya kunci motor Ifah. Horor banget tuh "Misteri Hilangnya Motor Ifah". Ternyata pelakunya si Merah. Dan kami mendapat masalah lagi dengan pembayaran sewa tempat, padahal kesana sebelumnya tidak ada sewa tempat segala. Apa boleh buat kami pun patungan untuk membayarnya.
Setelah itu kami bertujuan untuk makan. Kami di pilihkan tempat di suatu tempat, yang harga nya agak ngejak gelot. Dan aku hanya membawa uang Rp. 16.000, padahal harganya Rp. 19.000 yang belum aku ketahui sebelumnya. Terpaksa aku meminjam uang si Faisal. Sesudah makan kami semua pulang kerumah masing masing dan kerumah Afrida sebelumnya. Sesampainya dirumah aku capek.
Kring-kring. Alaram hp saya berbunyi tetapi saya tidak juga bangun mungkin karena kecapean. Akhirnya si Afrida menelpon saya berkali kali kali guna membangunkan ku dari tidur yang nyeyak itu. Jika tidak di misscall berkali kali oleh Afrida, mungkin aku tidak berangkat liburan hari ini. Setelah bangun saya mandi dan bersiap siap untuk menuju kerumah teman saya Merah sebelum ngumpul kerumah Afrida. Setelah kerumah Merah aku dan merah menuju ke penjual bubur pinggir jalan untuk sarapan karena Merah belum sarapan. Sesudah sarapan kami menuju ke rumah Afrida. Sesampainya di rumah Afrida ternyata semua sudah datang kecuali Fetrik dan Galih. Beberapa kemudian Fetrik datang dan disusul oleh Galih. Setelah sudah pada ngumpul, kami berpamitan dengan bapak dan ibu Afrida dan kami berdo'a agar sampai tujuan. Kami semua menuju ke Pom bensin sebelumnya untuk mengisi bensin. Setelah mengisi bensin kami semua melanjutkan perjalanan. Dua jam lebih waktu sudah berlalu, kami pun sampai di pantai pok tunggal. Disana ternyata tidak kalah dengan pantai Sundak
Saya dan teman teman menikmati pemandangan pantai, dengan angin sejuk. Saya sempat iri dengan dua orang yang seumuran dengan saya sedang asik berduaan di pantai. Seperti sinetron saja. Mereka berdua saling kejar mengejar. Sepertinya asik, kapan ya bisa seperti itu. Kami bertiga yaitu saya, Galih, dan Faisal menulusuri pantai tersebut dengan sedikit rintangan dari ombak yang kadang besar. Setelah kami menikmati pantai tersebut, kami semua menuju ke pantai lain, yaitu pantai Sundak, ya walaupun saya agak tidak senang dengan parkir tersebut, karena mahal aku pikir. Sesampainya di Sundak, aku ngebet banget mandi disana, karena waktu kemarin kepantai ini, aku tidak mandi. Tak lama kemudian kami semua berganti pakaian untuk mandi di pantai tersebut. Kami semua menikmati air tersebut walaupun agak pedih di mata. Selain mandi kami juga mengambil gambar disana. Beberapa jam kemudian kami mengahiri mandi di pantai tersebut. Walaupun aku dan Faisal masih ingin lebih lama disana. Apaboleh buat kami langsung membersihkan badan di kamar mandi. Setelah sudah pada siap kita mendapat masalah dengan hilangnya kunci motor Ifah. Horor banget tuh "Misteri Hilangnya Motor Ifah". Ternyata pelakunya si Merah. Dan kami mendapat masalah lagi dengan pembayaran sewa tempat, padahal kesana sebelumnya tidak ada sewa tempat segala. Apa boleh buat kami pun patungan untuk membayarnya.
Setelah itu kami bertujuan untuk makan. Kami di pilihkan tempat di suatu tempat, yang harga nya agak ngejak gelot. Dan aku hanya membawa uang Rp. 16.000, padahal harganya Rp. 19.000 yang belum aku ketahui sebelumnya. Terpaksa aku meminjam uang si Faisal. Sesudah makan kami semua pulang kerumah masing masing dan kerumah Afrida sebelumnya. Sesampainya dirumah aku capek.
Belum ada tanggapan untuk "Holiday"
Posting Komentar